RKI Sagulung Kota Gelar Kajian Muslimah, Ajak Jamaah Sambut Ramadhan dengan Ilmu dan Amal

BATAM – Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Sagulung Kota menggelar kegiatan kajian muslimah Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Masjid Babusssalam, Perumahan Kharisma.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang jamaah dan bertujuan untuk mengenalkan RKI kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran muslimah dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Taklim Masjid Babusssalam beserta jajaran pengurus. Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari para peserta.

Dalam sambutannya, Ketua Bipeka Sagulung, Devi Herlina, mengajak para jamaah majelis taklim untuk terus bertholabul ilmi dan memperbanyak ilmu melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan masjid.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak amalan sunnah, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Kajian menghadirkan narasumber, Ustadzah Nunuk Sisharwati, dengan tema “Dengan Semangat Ramadhan Kita Bangun Kepribadian Muslimah.”

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan peran penting seorang muslimah dalam keluarga yang mencakup beberapa aspek utama.

Pertama, pentingnya bertholabul ilmi. Seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, ibu harus senantiasa meningkatkan kualitas diri dengan ilmu agar mampu mendidik generasi yang shalih dan shalihah.

Kedua, peran sebagai istri dan ibu yang penuh kasih sayang. Rumah hendaknya menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Seorang ibu dituntut untuk mampu menahan amarah, bersabar, serta tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi anak-anak. Ibu adalah sumber ketenangan dalam keluarga.

Ketiga, ibu sebagai pendidik dalam keluarga. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga formal, namun dimulai dari rumah dengan keteladanan dan pembiasaan yang baik.

Selain itu, Ustadzah Nunuk juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang bijaksana, terlebih di bulan Ramadhan. Setiap muslimah perlu merencanakan amalan dengan baik, menentukan prioritas, khususnya pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan i’tikaf.

Di tengah kesibukan rumah tangga, keikhlasan menjadi kunci utama. Semua aktivitas diniatkan semata-mata karena Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dengan istirahat yang cukup agar ibadah dapat dijalankan secara optimal.

Dengan perencanaan yang tepat dan niat yang ikhlas, diharapkan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik yang mampu membentuk pribadi muslimah yang lebih kuat, sabar, dan penuh ketakwaan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi serta penguatan ukhuwah antar jamaah.***

Tags: ,