Di Tengah Puing Duka, Jaya Permana Tak Sendiri

BATAM – Ada duka yang belum benar-benar selesai di rumah Jaya Permana. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung keluarganya kini menyisakan kenangan, setelah roboh dalam sebuah musibah beberapa waktu lalu. Lebih berat lagi, peristiwa itu merenggut nyawa istri tercintanya.

Namun, di tengah kehilangan tersebut, Jaya tidak berjalan seorang diri.

Rabu (16/9/2026) sore, sejumlah pengurus DPD PKS Kota Batam mendatangi kediamannya. Mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi membawa amanah dari para kader dan simpatisan PKS Kota Batam berupa donasi sebesar Rp11.720.000.

Bantuan itu diserahkan Ketua DPD PKS Kota Batam, Yusuf, didampingi Sekretaris DPD PKS Batam Rohaizat dan Ketua DPC PKS Batu Ampar, Nasrul serta Ketua RT 17 RW 5 Kelurahan Batu Merah, Muhammad Taufik Tahir.

“Alhamdulillah, sore hari ini kami datang ke rumah Pak Jaya Permana untuk menyerahkan titipan daripada para kader dan simpatisan PKS Kota Batam,” kata Yusuf.

Ia menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kader terhadap Jaya yang sedang menghadapi masa sulit. Nilainya mungkin tidak mampu menghapus seluruh beban akibat musibah, tetapi diharapkan dapat sedikit membantu kebutuhan Jaya dan keluarga.

“Mudah-mudahan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat dan meringankan musibah yang dialami Pak Jaya,” ujarnya.

Sekretaris DPD PKS Kota Batam, Rohaizat, menjelaskan donasi tersebut berasal dari dana ta’awun yang dihimpun dari para kader PKS Kota Batam.

Menurut dia, semangat saling membantu menjadi dasar pengumpulan donasi untuk Jaya Permana, yang juga merupakan Ketua DPRa PKS Batu Merah.

“Dana ini merupakan dana ta’awun dari kader PKS Kota Batam. Total yang diserahkan sebesar Rp11.720.000,” kata Rohaizat.

Bagi Jaya, kedatangan rekan-rekannya itu menjadi penguat di tengah masa yang tidak mudah.

Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dan bantuan tersebut. Suaranya pun diwarnai haru ketika menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Saya tidak menyangka, Ustaz. Saya terharu, apalagi ditambah support dan bantuan ini,” ujar Jaya.

Jaya memahami, kehidupan harus terus berjalan meski orang yang dicintainya telah pergi dan tempat tinggalnya roboh.

Ia berharap masih dapat melanjutkan aktivitas seperti sebelumnya. Salah satunya menjadikan rumahnya kembali sebagai tempat berkumpul dan membaca Al-Qur’an.

“Harapan saya satu, tetap berjalan. Baca Al-Qur’an, jadi harus di rumah saya, jangan pindah-pindah ke tempat lain,” tuturnya.

Sore itu, donasi Rp11,72 juta berpindah tangan. Tetapi bagi Jaya, yang datang bersamanya bukan hanya bantuan materi.

Ada perhatian. Ada dukungan. Dan yang tak kalah penting, ada pesan bahwa setelah musibah sebesar apa pun, masih ada orang-orang yang bersedia datang untuk menguatkan.***

Tags: , ,